
Pemerintah Dorong Kredit Tekstil, Bank Ungkap Syarat Debitur yang Dibidik
Pemerintah dorong bank biayai industri tekstil; bank selektif mencari perusahaan sehat. Total pinjaman bank naik 13,3% jadi Rp9.019,3 triliun Agustus 2026.
Memuat… Loading…
Yang penting hari ini, dipilih dan diringkas TEI. Sumber asli selalu kami cantumkan.

Pemerintah dorong bank biayai industri tekstil; bank selektif mencari perusahaan sehat. Total pinjaman bank naik 13,3% jadi Rp9.019,3 triliun Agustus 2026.

BI melaporkan suku bunga kredit stabil di 8,9% pada Agustus 2026, sementara bunga deposito naik untuk tenor pendek dan turun untuk tenor 24 bulan.

IHSG melemah 1,20% ke 6.298,61, mengikuti bursa Asia karena perkiraan inflasi dan kenaikan suku bunga global.

OECD ingatkan kenaikan bunga surat utang pemerintah global menekan keuangan negara dan biaya pinjaman.

Mayoritas harga pangan naik, beras kualitas bawah I naik 5,03% jadi Rp15.650/kg, bawang merah naik 10,87% jadi Rp41.300/kg.

Rupiah melemah ke Rp17.864 per dolar AS karena harga minyak naik dan dolar AS menguat, dipicu perkiraan kenaikan suku bunga acuan di Amerika.

Harga minyak Brent naik jadi US$103,08/barel, berpotensi menahan penguatan rupiah.

Harga minyak naik di atas US$92 (WTI) dan US$103 (Brent) karena ketegangan AS-Iran, memicu kekhawatiran inflasi.
Harga minyak naik jadi US$106 per barel karena pipa penting di Arab Saudi ditutup, bikin pasar khawatir pasokan minyak terganggu.

BI menahan suku bunga acuan di 5,75%, membuat saham bank-bank besar menguat. Ini dianggap positif jangka pendek untuk sektor perbankan.

Kredit bank Agustus 2026 naik 13,65% didorong pinjaman investasi, modal kerja, dan konsumsi, kata BI.

Industri nikel berharap BMKS bisa menciptakan harga yang stabil dan sesuai kondisi pasar dalam negeri, bukan hanya mengikuti pasar global.

Kredit perbankan tumbuh 13,36% di Agustus 2026, didorong oleh kredit investasi, menurut Bank Indonesia.

BI menahan suku bunga acuan di 5,75% untuk menjaga rupiah dan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

IHSG menguat 1,56% ke 6.374,91 setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, memberikan kepastian bagi pasar.

BI menahan suku bunga acuan di 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi.

BI menahan suku bunga acuan di 5,75% selama empat bulan berturut-turut untuk menjaga Rupiah dan stabilitas ekonomi.

Rupiah menguat ke Rp17.795 per dolar AS setelah BI menahan suku bunga acuan di 5,75%.

BI: Ekonomi global belum kuat, ketidakpastian tinggi, pertumbuhan 3% dan inflasi 4% di 2026.

Pinjaman bank naik 13,65% per Agustus 2026, didorong pinjaman investasi, menurut Bank Indonesia.

BI menilai ekonomi global masih suram akibat konflik dan harga minyak yang bergejolak.

Ekonom usulkan harga Pertamax disesuaikan pasar karena 80% penggunanya masyarakat mampu, dampak inflasi diperkirakan minim.

Membeli iPhone baru dari luar negeri akan dikenakan pajak dan bea masuk hingga Rp8,1 juta di Indonesia.

Harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026, sementara BBM non-subsidi mengikuti harga minyak dunia.
TEI hanya menampilkan ringkasan dan konteks. Artikel lengkap tersedia di sumber asli masing-masing penerbit. Daftar ini memuat 90 hari terakhir; berita lebih lama tetap bisa ditemukan lewat pencarian.