
Harga Minyak & Komoditas Tambang Masih Tinggi, PNBP SDA Berpotensi Tembus Target 2026
PNBP SDA berpotensi lampaui target 2026 berkat harga minyak dan tambang yang tinggi, serta rupiah yang melemah.
Memuat… Loading…
Yang penting hari ini, dipilih dan diringkas TEI. Sumber asli selalu kami cantumkan.

PNBP SDA berpotensi lampaui target 2026 berkat harga minyak dan tambang yang tinggi, serta rupiah yang melemah.

OJK usulkan insentif pajak ke Menkeu untuk dorong pasar modal, agar biaya transaksi lebih rendah dan menarik investor.

OJK mencabut izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia. Simpanan nasabah akan dijamin oleh LPS.

Nilai mata uang Sudan anjlok dan harga kebutuhan pokok naik tajam akibat perang, membuat pendapatan warga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aset negara berkembang naik, tapi Rupiah melemah. Investor menanti data inflasi Indonesia yang diperkirakan naik 3,3%.

China menaikkan harga bensin 24% dan diesel 26% karena harga minyak dunia naik, berlaku mulai 25 September.

BI mengembangkan AI untuk bantu pemerintah daerah petakan potensi pajak, bisa identifikasi usaha dari Google Maps.

OJK cabut izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang karena modal kurang, LPS jamin simpanan nasabah.
OJK minta bank siapkan SDM, akuntabilitas, dan keandalan sistem AI untuk hindari risiko operasional dan jaga stabilitas keuangan.

OJK izinkan dana pensiun investasi di luar negeri hingga 20% dari total investasi, sebagai alternatif jika pasar dalam negeri kurang menguntungkan.

Kementerian ESDM tegaskan harga Pertalite tidak naik sampai akhir 2026, bantah kabar di medsos sebagai hoaks.

Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, pemerintah memantau fluktuasi pasar, BI sebut karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Harga cabai mereda, tapi harga beras masih tinggi dan di atas HET, membuat pengeluaran belanja jadi lebih besar.

Harga batu bara naik tipis 0,56% jadi US$143,5 per ton, dipengaruhi sentimen berbeda dari China dan India.

Harga emas Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Mulia Retro turun pada 25 September 2026.

Rupiah berpotensi sulit menguat karena harga minyak Brent masih tinggi di atas US$106 per barel, meski ada kabar negosiasi AS-Iran.

Harga minyak stabil setelah AS dan Iran dikabarkan negosiasi pembukaan Selat Hormuz, dengan WTI di atas US$94 dan Brent di atas US$106 per barel.

BI mencatat Rp 2.548 triliun dana pinjaman belum tersalurkan per Juli 2026, meski pinjaman mulai tumbuh 13,6% di Agustus 2026.

Bursa AS melemah karena harga minyak naik dan investor menunggu pertemuan Trump-Xi, dengan Dow Jones turun 0,19%.

Kemenkeu dan BI sepakat lima pilar sinergi untuk jaga ekonomi stabil dan dorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Rupiah melemah ke Rp 17.916 per dolar AS, berpotensi menekan perusahaan dengan utang dolar AS karena biaya pembayaran utang yang naik.
BI dan Kemenkeu susun 5 pilar sinergi untuk dorong pertumbuhan ekonomi dan jaga stabilitas, diumumkan Kamis (24/9).

Menkeu: Pelunasan utang BLBI ke BI selesai, tapi pemerintah tetap akan punya utang lain.

Rupiah melemah ke Rp 17.916 per dolar AS, membebani perusahaan dengan utang dolar AS dan berpotensi menaikkan harga barang.
TEI hanya menampilkan ringkasan dan konteks. Artikel lengkap tersedia di sumber asli masing-masing penerbit. Daftar ini memuat 90 hari terakhir; berita lebih lama tetap bisa ditemukan lewat pencarian.