
IHSG Anjlok 1% dan Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Ini Penyebabnya
IHSG anjlok 1,51% dan rupiah mendekati Rp18.000/dolar AS karena dolar AS menguat dan perubahan aturan perdagangan saham.
Memuat… Loading…
Yang penting hari ini, dipilih dan diringkas TEI. Sumber asli selalu kami cantumkan.

IHSG anjlok 1,51% dan rupiah mendekati Rp18.000/dolar AS karena dolar AS menguat dan perubahan aturan perdagangan saham.

Rupiah melemah jadi Rp17.978 per dolar AS karena konflik Iran-AS dan data ekonomi AS yang akan rilis.

Harga minyak naik 2% lebih setelah negosiasi damai AS-Iran buntu, menurut Reuters.

BI berikan insentif Rp461 triliun ke bank agar lebih banyak salurkan pinjaman, bukan simpan di surat berharga.
Pasar kerja AS kuat dengan 90.000 lapangan kerja baru diperkirakan, pengangguran 4,1%. Data ini jadi penentu kebijakan suku bunga The Fed.

Kelangkaan Pertalite memicu kericuhan antrean di Kalbar, sementara pengecer marak di NTT.

Harga pangan melonjak: daging sapi Rp200 ribu/kg, cabai merah keriting naik 128% jadi Rp160 ribu/kg, ayam dan telur juga naik.

Kurva obligasi AS makin datar, selisih bunga 10 tahun dan 2 tahun menyempit ke 17 basis poin, terendah sejak 2025. Ekonom khawatir rupiah melemah dan bunga pinjaman naik.

Rupiah melemah 0,34% ke Rp17.953/US$ karena harga minyak naik dan perkiraan inflasi lebih tinggi.

Penolakan AS atas usulan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak naik, emas turun, dan pasar saham Asia melemah.

Dolar AS menguat ke level tertinggi dua bulan karena ketegangan AS-Iran dan ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga lebih agresif.

Harga BBM non-subsidi di Pertamina dan SPBU swasta naik per awal September 2026, sementara harga BBM subsidi tidak berubah.

Harga minyak dunia naik lebih dari 1% setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran damai Iran terkait konflik dan Selat Hormuz.

Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi dan kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi.

Harga minyak naik karena ketidakjelasan pembukaan Selat Hormuz, dengan Brent di atas US$106 dan WTI mendekati US$94 per barel.

China dan AS sepakat pangkas tarif US$ 30 miliar, perpanjang gencatan senjata dagang, dan bahas AI.

BI menahan suku bunga acuan di 5,75%, ACC akan sesuaikan bunga cicilan secara terukur.

OJK siapkan 4 agenda utama untuk perkuat dana pensiun, termasuk tingkatkan pemahaman masyarakat yang masih rendah, meski aset dana pensiun sudah Rp 1.699 triliun.

Aset dana pensiun mencapai Rp 1.699 triliun per Juli 2026, OJK dorong jadi investor jangka panjang.

OJK mencabut izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang karena modalnya kurang dari standar.

BI menahan suku bunga acuan 5,75%, tapi bunga deposito bank masih bisa naik karena persaingan ketat.

Harga emas Antam turun Rp 15.000 per gram dalam seminggu, sementara harga beli kembali (buyback) turun Rp 25.000 per gram.

Rupiah mendekati Rp 18.000 per dolar AS karena tekanan global, BI tahan suku bunga acuan di 5,75%.

Dolar AS menguat mingguan, rupiah diperkirakan melemah ke Rp 17.900-Rp 17.950 per dolar AS pada 28 September 2026.
TEI hanya menampilkan ringkasan dan konteks. Artikel lengkap tersedia di sumber asli masing-masing penerbit. Daftar ini memuat 90 hari terakhir; berita lebih lama tetap bisa ditemukan lewat pencarian.