
Alasan Pertamina Tahan Harga BBM Meski Harga Minyak Mahal
Pertamina tidak menaikkan harga BBM subsidi dan non-subsidi mulai 1 Oktober 2026, menjaga pengeluaran masyarakat tetap stabil.
Memuat… Loading…
Yang penting hari ini, dipilih dan diringkas TEI. Sumber asli selalu kami cantumkan.

Pertamina tidak menaikkan harga BBM subsidi dan non-subsidi mulai 1 Oktober 2026, menjaga pengeluaran masyarakat tetap stabil.

Harga minyak stabil di sekitar US$90-US$98 per barel, pasar cermati pasokan Timur Tengah yang belum pulih sepenuhnya.

Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 tidak berubah, baik subsidi maupun nonsubsidi, seperti Pertalite Rp10.000/liter dan Pertamax Rp15.950/liter.

IHSG melemah 0,83% ke 6.071,14, rupiah menguat ke Rp17.870/US$, dan SBN menguat pada Rabu.

Harga minyak Brent mendekati US$ 98 per barel, naik lebih dari 8% bulan ini, dipicu negosiasi AS-Iran dan pemulihan ekspor Saudi.

OJK Papua pastikan kredit bermasalah bank tetap di bawah 5% meski ada kendala penyitaan jaminan.

Harga emas naik jadi US$4.200/ons troi karena inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.

OJK setujui dua perusahaan gadai, PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar, beroperasi nasional untuk perluas akses pinjaman.

BI mengurangi intervensi langsung di pasar uang jadi 30%, beralih ke cara lain untuk jaga rupiah di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah lanjutkan insentif pajak gaji, PPN rumah, dan bantuan lainnya hingga 2027, berpotensi meringankan beban keuangan masyarakat.

BI khawatir dana asing keluar setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan ke 3,75%-4,00% karena inflasi tinggi dan harga minyak naik.

OJK cabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance karena tidak bisa diperbaiki, perusahaan wajib selesaikan semua kewajiban.
Kinerja industri manufaktur melambat di September 2026 karena biaya logistik naik akibat harga BBM dunia.

BI ubah strategi jaga rupiah, pakai cara lebih hemat cadangan devisa. Rupiah menguat ke Rp 17.894 per dolar AS.

Neraca dagang Indonesia diperkirakan surplus US$934,31 juta di Agustus 2026, naik dari bulan lalu, didorong harga komoditas.

BI beberkan 3 cara untuk jaga rupiah, termasuk instrumen spot dan DNDF, saat nilai tukar sempat sentuh Rp18.000/US$.
Dolar AS menguat 1,9% pada September, didorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk kendalikan inflasi.

Harga pangan melonjak: cabai rawit merah tembus Rp107.050/kg, semua jenis beras juga naik.

BPJS Kesehatan kekurangan Rp 14 triliun hingga September 2026 karena banyak peserta tidak aktif dan biaya layanan kesehatan terus naik.

Harga emas Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Mulia Retro turun pada 30 September 2026.

Harga batu bara turun 0,64% jadi US$146,4/ton setelah 3 hari naik, dipicu harga minyak anjlok & libur di China.

Harga minyak stabil setelah pasokan dari Timur Tengah pulih, dengan ekspor minyak mentah mencapai 98% dari level sebelum perang.

Sopir di Filipina mogok 3 hari menuntut penurunan harga BBM dan kenaikan tarif angkutan, sementara tarif transportasi publik naik.

IHSG melemah 0,43% dan Wall Street turun, sementara rupiah menguat tipis dan harga minyak dunia ambruk pada Selasa (29/9/2026).
TEI hanya menampilkan ringkasan dan konteks. Artikel lengkap tersedia di sumber asli masing-masing penerbit. Daftar ini memuat 90 hari terakhir; berita lebih lama tetap bisa ditemukan lewat pencarian.