Yield Obligasi AS dan Jepang Tinggi, Rupiah Dibayangi Pelemahan

Ringkasan TEI
Nilai tukar rupiah sedang tertekan karena banyak masalah global, seperti tingginya bunga obligasi Amerika Serikat dan Jepang, dolar AS yang menguat, dan harga minyak yang masih mahal. Pada Selasa (6/10), rupiah ditutup di Rp 17.899 per dolar AS, menguat tipis 0,10% harian. Namun, ekonom memprediksi rupiah bisa melemah sampai Rp 18.200 per dolar AS hingga akhir tahun 2026, bahkan bisa mencapai Rp 18.650 per dolar AS jika kondisi global memburuk.
Kenapa Ini Penting
Kalau rupiah terus melemah, harga barang-barang impor bisa jadi lebih mahal, yang artinya biaya belanja kebutuhan sehari-hari bisa naik. Bagi yang punya cicilan dalam mata uang asing atau berencana liburan ke luar negeri, biayanya juga bisa membengkak.