Rupiah Tertekan Sempat Tembus Rp 18.000, Arah Bunga BI Masih Jadi Penahan

Ringkasan TEI
Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh Rp 18.031 per dolar AS pada 29 September 2026, namun akhirnya ditutup di level Rp 17.981 per dolar AS, melemah tipis 0,02% dari hari sebelumnya. Pelemahan ini disebabkan oleh perkiraan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan harga minyak dunia yang tinggi, serta permintaan dolar AS dari importir. Bank Indonesia menahan pelemahan rupiah dengan melakukan intervensi di pasar.
Kenapa Ini Penting
Pelemahan rupiah bisa membuat harga barang impor jadi lebih mahal, sehingga belanja kebutuhan sehari-hari mungkin ikut naik. Jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan rupiah, cicilan pinjaman seperti KPR atau kredit kendaraan bisa ikut naik.