Rupiah Tertekan, Risiko Menembus Level Rp 18.000 per Dolar AS Masih Terbuka

Ringkasan TEI
Nilai tukar rupiah berpotensi menyentuh Rp 18.000 per dolar AS pada akhir tahun 2026, menurut Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede. Pada 25 September 2026, rupiah ditutup di Rp 17.902 per dolar AS, setelah melemah 0,82% dalam seminggu. Tekanan ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga di AS, harga minyak yang tinggi, dan pergerakan modal asing. Bank Indonesia masih punya cadangan devisa US$ 146,5 miliar untuk menjaga kestabilan rupiah.
Kenapa Ini Penting
Jika rupiah terus melemah, harga barang impor bisa jadi lebih mahal, yang mungkin bikin harga kebutuhan sehari-hari naik. Ini juga bisa memengaruhi biaya cicilan utang luar negeri pemerintah dan perusahaan, tapi Bank Indonesia punya cara untuk menahan pelemahan ini agar tidak terlalu parah.