Rupiah Makin Dekat Rp18.000, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Ringkasan TEI
Nilai tukar rupiah masih tertekan dan berpeluang mendekati Rp18.000 per dolar AS dalam beberapa minggu ke depan, menurut Kepala Ekonom Permata Bank. Pada Jumat (25/9/2026), rupiah ditutup di Rp17.902 per dolar AS, melemah 0,82% dalam seminggu dan sekitar 6,7% sejak awal tahun. Tekanan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kenaikan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi, serta harga minyak yang masih di sekitar US$105 per barel.
Kenapa Ini Penting
Pelemahan rupiah bisa membuat harga barang impor, termasuk kebutuhan sehari-hari, jadi lebih mahal. Selain itu, kalau rupiah terus melemah, Bank Indonesia mungkin akan menaikkan suku bunga acuan, yang bisa membuat cicilan pinjaman seperti KPR atau kredit kendaraan jadi lebih tinggi.