Risiko Inflasi Makin Persisten, Dipicu Harga Energi hingga Belanja Fiskal

Ringkasan TEI
Risiko kenaikan harga barang di Indonesia diperkirakan akan bertahan lebih lama, tidak hanya karena harga makanan tapi juga karena harga energi, kegiatan pabrik yang meningkat, pengeluaran pemerintah yang lebih besar di akhir tahun, dan nilai tukar rupiah yang tidak stabil. Inflasi pada September 2026 tercatat 3,28% per tahun, naik dari 3,19% di bulan sebelumnya, dengan kenaikan harga makanan menjadi pendorong utama. Seorang ekonom dari Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan bahwa data September belum menunjukkan kenaikan harga yang meluas, namun risiko inflasi bisa bertahan lebih lama karena beberapa faktor.
Kenapa Ini Penting
Jika harga-harga terus naik, uang belanja bulanan kita mungkin terasa kurang karena harga kebutuhan pokok jadi lebih mahal. Bank Indonesia bisa saja menaikkan suku bunga pinjaman untuk mengendalikan inflasi, yang bisa membuat cicilan kredit jadi lebih berat.