Kurva Obligasi AS Makin Datar, Ekonom Soroti Risiko ke Rupiah

Ringkasan TEI
Kurva obligasi Amerika Serikat semakin datar, dengan selisih antara bunga obligasi tenor 10 tahun dan 2 tahun menyempit hingga 17 basis poin, level terendah sejak awal 2025. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan perlambatan ekonomi di AS. Ekonom dari CORE, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan bahwa hal ini bisa membuat dolar AS menguat dan biaya pinjaman di Indonesia naik, yang berpotensi melemahkan rupiah. Jika kondisi ini berlanjut, bunga pinjaman bisa naik dan memperlambat konsumsi serta investasi.
Kenapa Ini Penting
Jika bunga pinjaman naik, ini bisa membuat cicilan kredit jadi lebih mahal dan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari ikut naik. Selain itu, kondisi ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi lapangan kerja.