Investasi IT Membayangi Dividen Bank

Ringkasan TEI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank untuk menyesuaikan pembagian keuntungan kepada pemegang saham (dividen) dengan kebutuhan investasi di bidang teknologi dan keamanan siber. Hal ini karena teknologi itu mahal dan penting untuk menghadapi serangan siber serta penipuan. Beberapa bank besar seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, dan CIMB Niaga telah membagikan dividen dengan persentase laba bersih yang bervariasi untuk tahun buku 2025, mulai dari 60% hingga 79%.
Kenapa Ini Penting
Kebijakan ini bisa membuat bank menahan sebagian keuntungannya untuk investasi teknologi, yang mungkin berdampak pada jumlah dividen yang diterima pemegang saham. Bagi masyarakat umum, ini berarti bank diharapkan lebih kuat menghadapi ancaman siber, sehingga transaksi dan data nasabah lebih aman.