Harga Minyak Masih Tinggi, Penguatan Rupiah Berpotensi Tertahan

Ringkasan TEI
Nilai tukar rupiah diperkirakan sulit menguat pada Jumat (25/9/2026) karena harga minyak jenis Brent masih tinggi di atas US$106 per barel, setelah sebelumnya naik 3,41%. Meskipun ada kabar negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz yang sedikit membantu mata uang Asia menguat, ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi risiko. Rupiah di pasar NDF hanya menguat terbatas 0,09% menjadi Rp17.969 per dolar AS.
Kenapa Ini Penting
Harga minyak yang tinggi bisa membuat biaya transportasi dan produksi barang naik, sehingga harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut naik. Ini bisa membuat uang belanja bulanan terasa kurang dan cicilan jadi lebih berat karena bank mungkin menaikkan suku bunga.