Gerak Rupiah Dibayangi Harga Minyak yang Kembali Tembus US$100
Bloomberg TechnozDipublikasikan

Ringkasan TEI
Harga minyak Brent naik 3,86% menjadi US$103,08 per barel, yang kemungkinan akan menahan penguatan nilai tukar rupiah di pasar spot. Kenaikan harga minyak ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, di pasar Non-Deliverable Forward (NDF), nilai tukar rupiah menguat terbatas 0,05% di posisi Rp17.886 per dolar AS.
Kenapa Ini Penting
Kenaikan harga minyak bisa membuat biaya transportasi dan produksi barang jadi lebih mahal, yang mungkin berdampak pada harga kebutuhan sehari-hari. Jika nilai tukar rupiah melemah, barang impor bisa jadi lebih mahal, dan ini bisa memengaruhi daya beli kita.
Baca Sumber Asli(membuka Bloomberg Technoz di tab baru)Ringkasan disusun sistem TEI dari artikel asli. Bukan rekomendasi investasi.