Dolar AS Tembus Rp 17.800, BI Ungkap Biang Keroknya

Ringkasan TEI
Nilai tukar dolar AS mencapai Rp 17.847 terhadap rupiah. Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa pelemahan ini disebabkan oleh kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah yang membuat harga minyak di atas US$ 100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global. Selain itu, kebutuhan dolar dari importir dan keluarnya dana dari investasi dalam negeri juga ikut menekan rupiah. BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan cadangan devisa tercatat US$ 146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
Kenapa Ini Penting
Pelemahan rupiah bisa membuat harga barang impor, termasuk bahan baku, jadi lebih mahal, yang mungkin berdampak pada harga belanja kebutuhan sehari-hari. Namun, BI akan terus berusaha menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil.